Simak Statistik

Tampilkan postingan dengan label Seri Menuangkan Gagasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seri Menuangkan Gagasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Cara Praktis Mengembangkan Paragraf dan Esai Singkat (1)

Disarikan oleh Herizal E. Arifin


Seperti banyak orang ketahui, banyak cara menuangkan gagasan. Salah satunya adalah berpola pendirian, dukungan, dan kesimpulan (PDK). Sekali lagi, ini hanya salah satu cara saja. Dalam artikel kecil akan mencoba memerikan bagaimana menggunakan pola PDK untuk mengembangkan paragraf dan esai singkat. Pola ini dikenal sebagai pola standar dalam banyak orang mengembangkan paragaraf, artikel, atau esai.


Lebih dari ini semua, banyak-banyaklah menulis. menulis apa saja. Bukalah buku catatan anda, tuangkan gagasan anda. menulislah. Bukalah iPad, laptop atau hp anda, menulislah. Jika saya tidak salah ingat, Gunawan Muhammad banyak melakukan kegiatan menulis di gadget miliknya setiap ada kesempatan menulis Catatan Pinggir.


Pola Pendirian – Dukungan – Kesimpulan
Mengarang dengan pola sangat berdayaguna untuk menjadikan karangan sebagai benar-benar buah pikiran. Dengan pola kita bersungguh-sungguh berpikir secara sadar,reflektif, terencana, terarah, mendalam, dan masak. Tujuan mengarang dengan PDK ialah mengemukakan dengan jelas pendirian, sikap, wawasan, atau pandangan pengarang atas suatu topik atau pokok persoalan, kemudian memberi alasan-alasan mendukung pendirian atau pandangan itu, dan akhirnya menyimpulkan semua yang sudah dipaparkan.


Pendirian atau pandangan yang berguna dan diterima masyarakat akan memajukan kehidupan dan kebudayaan manusia.


Istilah-istilah untuk Dipahami
1. Pendirian
Pendirian merupakan pernyataan singkat yang mengungkapkan gagasan pokok karangan. Pendirian harus dinyatakan dengan jelas dan terang dalam bentuk satu kalimat.


Pendirian diletakan pada awal paragraf. Jika terdiri dari beberapa paragraf, pendirian itu berkaitan dengan dan menjadi pendukung bagi tesis atau pendirian pokok karangan. Tesis itu diletakan pada akhir paragraf pengantar atau menjelang akhir paragraf.


2. Dukungan
Dukungan adalah pikiran-pikran yang menjabarkan dan menjelaskan pendirian. Pembaca diharapkan sependirian dengan pengarang; menerima pendirian (pikiran utama) paragraf dan tesis (pendirian pokok) karangan.


Jumlah dukungan harus memadai untuk memperkuat pendirian (dalam paragraf) atau tesis (dalam karangan).


Dukugan dapat kita peringkatkan menjadi dukungan primer, dukungan sekunder, dan dukungan tersier, dst. Pikiran utama paragraf sebagai pendukung tesis adalah dukungan primer; pikiran penjelas sebagai pendukung pikiran utama adalah dukungan sekunder; dan pikiran yang lebih konkrit dan spesifik sebagai pendukung pikiran penjelas adalah dukungan tersier.


3. Penjelasan
Penjelasan menerangkan dukungan dengan contoh-contoh, ilustrasi, atau data yang lain. Di sini pengarang harus sampai pada sesuatu yang konkrit dan spesifik. Penjelasan mungkin hanya satu kalimat, atau mungkin panjang (lebih dari satu kalimat) sesuai keperluannya untuk menunjukan relevansi dukungan.


4. Peralihan
Peralihan merupakan titian untuk masuk ke dalam pikiran utama yang baru atau dukungan yang baru. Jadi, peralihan menunjukan dimulainya hal atau pokok baru dalam pembicaraan dan hubungan antara yang baru dan yang lalu; dengan kata lain, peralihan fungsi utnuk menciptakan aliran pikiran yang bersambung dan lancar. Sebuah peralihan dapat sebuah kata, frase, klausa, atau kalimat. Bahkan dalam sebuah karangan sering terdapat paragraf kecil ebagai peralihan: paragraf peralihan.


5. Kesimpulan
Kesimpulan mengakhiri sebuah paragraf atau karangan. Untuk menyimpulkan, pengarang menyatakan kembali pendirian atau tesisnya, dengan meringkaskan dukungan-dukungan primer (kalau perlu). Kesimpulan dalam sebuah paragraf bagian karangan dapat juga menekankan kembali relevansi pikiran utama terhadap tesis karangan.

Talisman

"Saya akan memberikanmu talismanIngatlah wajah si paling miskin dan si paling lemah yang mungkin pernah kau temui, kemudian tanyakan pada dirimu sendiri, apakah langkah yang kamu rencanakan akan berguna baginya. Apakah dia akan memperoleh sesuatu dari langkah itu? Apakah itu akan membuat dia dapat mengatur kehidupan dan nasibnya sendiri? Maka akan kamu dapatkan keraguan itu hilang.” Mahatma Gandhi